Pada bulan ini –tepatnya November- sebagian teman-teman kita melangsungkan resepsi pernikahannya. Mulai dari saudari mar’atussholiha yang berdomisili di jatibarang-indramayu, disusul mbak komalawati atau yang biasa akrab dipanggil ‘bu haji’ kemudian ‘kang muhae’ atau yang beidentitas lengkap muhaemin alfaris, pria asli desa kedondong-susukan, dan ‘mbak tika’ atau yang beridentitas lengkap maria binti rahmatika.
13 November 2011, tepatnya hari minggu disebuah desa yang bernama Pawidean kecamatan Jatibarang kabupaten Indramayu saudari Maratussholihah melangsungkan resepsi pernikahannya. Ia berhasil dipersunting oleh pria yang bernama Muhammad Afifi.
Selang satu hari, tepatnya senin 14 November didaerah Tengah tani Cirebon mbak komalawati atau yang biasa akrab disapa ‘bu haji’ menyusul berikutnya. Ia melangsungkan resepsi pernikahan dengan pratu Agus Prayitno dikediamannya yang tidak jauh dari pusat ‘pabrik kue’ Plered. Tepat selepas maghrib rombongan FORKAMI meluncur ke kediaman mempelai wanita yang langsung dikomandoi bapak ketua umum, Agus Ma’ani. Acara resepsi pernIkahan ‘bu haji’ ini cukup meriah karena antusiasme warga sekitar yang ingin menyaksikan hiburan yang telah dipersiapkan, apalagi setelah grup ‘Nida Ria’ dari kota Semarang yang notabene adik dari grup ‘Nasida Ria’ tampil memanjakan penonton serta tamu undangan.

Ahad 20 November 2011, saudara kita yang sudah tidak asing lagi dengan sapaan ‘muhae’ melepas masa lajangnya. Ia berhasil meminang gadis dari kenanga, sumber yang bernama istikharoh atau yang biasa akrab disapa ‘ade’. Acara akad nikah berlangsung pada pukul 08.00 wib dikediaman mempelai wanita. Tepat pukul 07.00 wib anak-anak forkami meluncur dengan kendaraan motorcycle yang dibawa sebagian anggota. Acara akad nikah berlangsung khidmat. Disusul acara resepsi pernikahan yang pada awalnya hampir didominasi anak-anak forkami.

Satu minggu setelahnya, -tepat pada ahad 27 november- mbak tika melangsungkan pernikahannya di kempek, cirebon. Acara akad nikah berlangsung pada pukul 14.00 wib. Ia berhasil dipersunting oleh pria yang bernama iwan maosirwan, pria asal leuwimunding majalengka. Sebagan anggota forkami-pun ikut nimbrung memeriahkan acara tersebut yang dikordinir langsung oleh saudara alif khaerul anam.
Sebenarnya ada apa dengan bulan ini ?
Memang, bulan ini sepertinya disibukkan dengan acara hajatan ‘walimatul ursy’ atau resepsi pernikahan. Di kota-kota besar sampai pelosok desa demam ‘kondangan’ seolah-olah sudah menjamur. sebagai penyikapannya, Ada yang bergembira, dan ada pula yang ‘agak risih’ karena seperti tak ada jeda waktu. “lagi-lagi kondangan”, seperti itulah ungkapan yang diutarakan seseorang yang kebetulan bertemu dijalan.
Alasan yang paling logis dari sebagian kalangan yang melangsungkan resepsi di bulan ini adalah karena dibulan ini terdapat “tanggal cantik”, terutama yang melangsungkan resepsi pada tanggal 11 November 2011 atau yang biasa lazim ditulis 11-11-11. Sepertinya angka atau tanggal ini banyak dipilih orang baik di kota maupun dipelosok desa dengan pertimbangan alasan ‘agar mudah diingat’. Selain itu bulan-bulan ini termasuk bulan penghujung tahun serta masih dalam suasana ‘lebaran’ idul adha. Bulan yang sangat dianjurkan untuk saling berbagi sesama.
Salah satu bulan yang baik juga untuk melaksanakan nikah. Selain itu, sebagaimana yang dipertegas oleh ‘mbak tika’, ia memilih tanggal pernikahannya yang bertepatan dengan momen 1 Muharram tahun baru Hijriyah 1433 H.
Entah karena mitos atau sekedar tren ‘tanggal cantik’ yang terdapat dibulan ini , yang jelas FORKAMI senantiasa merespon agenda-agenda yang bersifat ‘rembug’ yang diharapkan bisa mempererat ikatan persaudaraan. salah satunya dengan ‘kondangan bareng-bareng’ seperti ini. Bukan sekedar datang, kumpul, makan-makan, ngobrol-ngobrol, lalu menggugurkan kewajiban ‘menghadiri kondangan’, tapi diharapkan kedepannya mampu terjalin ikatan emosional yang erat dalam satu wadah yaitu ‘Rumah FORKAMI’. Selamat menempuh hidup baru bagi saudara-saudari kita yang baru saja melangsungkan momen bersejarahnya. semoga menjadi keluarga Sakinah, mawaddah, wa rahmah, amin. (Muhammad Saifurrahman)


















